SEKOLAH MODEL

Dalam UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas dinyatakan bahwa Sisdiknas adalah keseluruhan komponen pendidikan yang saling terkait secara terpadu untuk mencapai tujuan pendidikan nasional,yaitu mengembangkan kemampuan  serta meningkatkan mutu kehidupan dan martabat manusia indonesia. Bagaimana untuk menjamin tercapainya tujuan pendidikan nasional maka dinyatakan dalam PP No 19 tahun 2005 yang menyatakan bahwa setiap satuan pendidikan pada jalur formal dan non formal wajib melakukan penjaminan mutu pendidikan. Penjaminan mutu pendidikan dilakukan untuk memenuhi atau melampaui SNP.
LPMP sebagai lembaga penjamin mutu pendidikan membuat menyelenggarakan Sekolah Model, untuk Jawa Barat pada tahun kedua ini meliputi 440 sekolah dari jenjang SD, SMP, SMA dan SMK.
Sekolah model yang diadakan adalah sekolah binaan LPMP yang memiliki karakteristik diantaranya: warga sekolah tersebut harus memiliki komitmen yang kuat terhadap mutu, bukan sekolah rujukan atau sekolah yang sudah berstandar nasional. Karakteristik demikian sangat masuk akal karena: Pertama, sebagaimana dalam Total Quality Management (TQM), bahwa mutu tidak hanya membicarakan hasil tetapi proses juga memegang peranan penting. Kedua, jika sekolah yang dijadikan model adalah sekolah yang sudah mapan seperti sekolah rujukan atau SSN maka proses untuk mencapai sebagai sekolah model akan menemui masalah untuk diimbaskan kepada sekolah lain. Keiga, tujuan sesungguhnya dari program sekolah model adalah terbentuknya budaya mutu di sekolah, dengan demikian setiap proses haruslah terdokumentasi secara sistematis agar bisa di imbaskan kepada sekolah lain. Jika sekolah model diberikan kepada sekolah yang sudah memenuhi 8 SNP maka peluang sekolah yang belum memenuhi 8 SNP akan hilang. 
Sekolah Model 

Bersambung


STEM (Science, Technology, Enginering and Mathematics)

STEM (Science, Technology, Engineering, dan Mathematics) dipopulerkan oleh National Science Foundation AS pada tahun 1990.  Komponen masing masing memiliki pengertian sebagai berikut:
  1. Sains merupakan kajian tentang fenomena alam yang melibatkan observasi dan pengukuran, sebagai wahana untuk menjelaskan secara obyektif alam yang selalu berubah. Terdapat beberapa domain utama dari sains pada jenjang pendidikan dasar dan menengah, yakni fisika, biologi, kimia, serta ilmu pengetahuan kebumian dan antariksa. 

5 Strategi Memperdalam Kolaborasi Siswa


Kerangka untuk pembelajaran Abad 21 seperti yang sudah diulas pada HOTS adalah Komunikasi, Kolaborasi, Berfikir Kritis dan Pemecahan Masalah serta Kreatifitas dan Inovasi. Pada tulisan kali ini akan disampaikan tentang keterampilan kolaborasi. 
Agar siswa kita menjadi pemenang di Abad 21 haruslah memiliki keterampilan kolaborasi atau bekerja sama. Sebagai pendidik sudah selayaknya guru melatih dan membimbing siswa untuk memiliki keterampilan kolaborasi. Keterampilan ini bisa dibiasakan di kelas sebagai bagian dari pembelajaran. Jadi siswa selain belajar materi juga punya keterampilan kolaborasi sekaligus,  dengan demikian perlu rekayasa dan pembimbingan, berikut 5 strategi untuk membelajarkan siswa agar terampil berkolaborasi.

Refleksi dan Persiapan Akreditasi SMK

Akreditasi merupakan momen dimana kredibilitas sekolah dipertaruhkan, kurang persiapan yang matang bisa berakibat fatal untuk selama 5 tahun. Pada tulisan kali ini akan disampaikan langkah langkah minimal yang harus dilakukan sekolah dalam mempersiapkan program Akreditasi dari BAN-SM. Langkah langkah tersebut yaitu:

OUTPUT STAKEHOLDER SEKOLAH

Output pengelolaan sekolah berupa dokumen merupakan bukti dari apakah kegiatan kegiatan yang terkait dengan tugas dan fungsi pada setiap komponen manajerial dilaksanakan  atau tidak. Secara keseluruhan sekolah jarang memiliki peta konsep output yang harus diadakan sebagai bukti kegiatan dilaksanakan.
Pada saat ini data siwa guru dan tata usaha sudah lengkap ada pada Dapodik, namun karena masih berupa softcopy agar menjadi output berupa dokumen sangat penting untuk di buat printoutnya dikumpulkan tiap angkatan serta dilengkapi dengan lembar pengesahan. Hal demikian dilakukan untuk menjaga keamanan data.
Berikut output yang harus ada pada tugas dan fungsi guru beserta tugas tambahanya serta tata usaha.  ini bisa dibuka dengan menggunakan aplikasi