PENDAMPINGAN SMK BERBASIS INDUSTRI/ KEUNGGULAN WILAYAH

A. Latar Belakang
Salah satu model pengelolaan pendidikan kejuruan untuk memperbaiki kualitas pendidikan dapat dilaksanakan dengan pendekatan pengelolaan pendidikan berbasis industri/ keunggulan wilayah, yaitu pengelolaan SMK dengan menginduksikan prinsip-prinsip kualitas yang diterapkan industri kedalam proses pembelajaran untuk menghasilkan lulusan yang memiliki hard skill dan soft skill sesuai tuntutan kompetensi kerja yang dibutuhkan dunia industri. Pada hakekatnya, pengelolaan SMK sebagaimana dimaksud di atas adalah untuk memberikan layanan dalam rangka pemenuhan kepuasan pelanggan (customer satisfaction), baik untuk peserta didik maupun industri sebagai pengguna lulusan. Tentunya, pelayanan yang diberikan SMK kepada pelanggan harus bermutu sehingga dapat memuaskan mereka. Oleh karena itu SMK berkewajiban untuk senantiasa memelihara konsistensi dan berupaya meningkatkan mutu hasil pendidikan demi tercapainya tingkat kepuasan pelanggan. Jadi SMK dapat dikatakan memiliki kinerja yang baik apabila kepuasan pelanggan internal (peserta didik, guru, tenaga kependidikan) dan pelanggan eksternal (Dunia Usaha/Dunia Industri, perguruan tinggi, dan termasuk orang tua peserta didik) telah terpenuhi

PENDAMPINGAN SMK RUJUKAN 2019

A.   Latar Belakang
Upaya Pemerintah meningkatkan keberkerjaan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)  dilaksanakan melalui program Pelaksanaan Program Peningkatan Mutu Pembelajaran.   Untuk menunjang peningkatan mutu pembelajaran di SMK tersebut, Direktorat PSMK mengeluarkan kebijakan pemberian dukungan berupa bantuan dana stimulan untuk membiayai operasional SMK Rujukan. Kebijakan ini dilaksanakan melalui Memorandum of Understanding (MOU) yang progam kegiatan dan pendanaannya dituangkan dalam RPD dan RAB.

PENDAMPINGAN TEFA 2019

Program  pemerintah untuk mem-vokasi-kan SMK menjadi semakin nyata dengan substansi peningkatan kebekerjaan lulusan dan membenamkan siswa kedalam replikasi industri di sekolahnya. Program pendampingan Teaching Factory untuk memastikan Bantah berjalan sebagaimana yang dicanangkan. Program Bantah Tefa meliputi Workshop, RDK dan Kegiatan
  1. Sosialisasi dan Penyusunan program implementasi Teaching  Factory
  2. Penyelarasan Kejuruan

Bahan IHT SMK 2019

Sekolah berkewajiban mempersiapkan pembelajaran untuk satu tahun kedepan dengan melalui IHT, Workshop, lokakarya, FGD atau apapun kegiatan tersebut. Guru-guru memperoleh update paradigma dan perkembangan atau trend terbaru dalam membelajarkan siswanya baik model, metode dan konten berdasarkan perkembangan Spektrum, SKKNI atau masukan dari DUDI.
Berikut materi yang bisa diunduh untuk IHT 2019 di Tasikmalaya