Ide ide Penilaian Kritis dari Dunia Project Based Learning (PBL)

Menilai Keterampilan di Abad 21

Banyak kajian mendalam pada pembelajaran dan penialaian keterampilan abad 21, dari berfikir kritis sampai kreativitas dan inovasi. Hal ini merupakan tantangan untuk para guru, sebagaimana kebanyakan guru bagus dalam menilai di wilayahnya namun tidak begitu diperlukan untuk keterampilan di abad 21. Menggunakan rubrik yang sudah ada untuk menargetkan indikator kualitas untuk kegiatan perancah di mana siswa belajar dan mempraktekkan aspek 4Cs. Jika kita benar-benar menghargai keterampilan abad ke-21, maka mereka harus diajarkan dan dinilai seperti yang kita akan lakukan dengan pengetahuan dan keterampilan setiap area pengetahuan dan keterampilan lain.


Menilai Proses dan Hasil 

Penting untuk menilai tidak hanya produk dari PBL, tetapi juga proses sepanjang pembelajaran. Penilaian proses dalam hal ini menjadi kata kunci. Namun perlu ada tolok ukur hukan hanya dari segi materi tetapi juga produk pembelajaran. Alat penilaian proses dapat digunakan sepanjang pembelajaran siswa untuk merefleksikan dan merevisi karya mereka, serta tujuan yang telah mereka tetapkan. Dalam rangka untuk memastikan bukan hanya kualitas tetapi juga belajar kritis pada konten dan keterampilan, kita harus menghargai proses PBL serta produk akhir.

Authentic Assessment

"Keep it real" setidaknya demikian menurut Sam Siedel, dengan kata lain penilaian harus  otentik dan bermakna bagi siswa. Ketika siswa membuat produk sangat penting siswa dinilai secara autentik.  Alih-alih melakukan semua pekerjaan sendiri, gunakan siswa untuk berkontribusi. Siswa melakukan pekerjaan yang berarti, dan masuk akal untuk mendapatkan pekerjaan yang para ahli butuhkan. Selain itu, mari kita berpikir mengenai penilaian otentik sebagai sesuatu yang mendorong siswa. Mintalah siswa menilai pekerjaan mereka sendiri dan juga karya anggota tim dan rekan-rekan.

Posting Komentar