Pendahuluan
Di era pendidikan yang terus
berkembang, pendekatan inovatif sangat diperlukan untuk mempersiapkan siswa
menghadapi tantangan abad 21. Salah satu pendekatan yang semakin populer adalah
Design Thinking. Konsep ini tidak hanya mengedepankan kreativitas,
tetapi juga kolaborasi dan kemampuan pemecahan masalah. Untuk guru-guru di
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), penerapan Design Thinking dalam pembelajaran
dapat memberikan dampak signifikan terhadap keterampilan dan kesiapan siswa
dalam dunia kerja.
Konsep Dasar
Design Thinking
Design Thinking adalah sebuah proses kognitif yang digunakan untuk merancang solusi terhadap berbagai masalah kompleks. Pendekatan ini melibatkan lima langkah utama: Empathize (Empati), Define (Definisi), Ideate (Ideasi), Prototype (Prototipe), dan Test (Uji).