Manajemen Kelas di Era Probabilistik

Kita semua mungkin pernah mendengar kaidah mengenai kemajuan suatu bangsa atau negara, maka lihatlah apa yang terjadi di kelas selama pembelajaran di sekolah sekolah. Kondisi bangsa pada masa yang akan datang tergantung pada bagaimana dinamika, kreativitas, kenyamanan dan antusias warga kelas tersebut terhadap pembelajaran.

Pada saat ini di era informasi dikatakan sebagai era probabilistik karena tidak seperti halnya era deterministik dimana keadaan akhir bisa di tentukan oleh keadaan awal sedang pada era ini semua bersifat peluang saja. Semakin besar peluang memperoleh kesempatan maka dialah yang memiliki kekuasaan dan kekuatan.

Pengelolaan kelas yang bisa menjadikan bangsa ini dikemudian hari akan menjadi bangsa besar harus tertata di setiap kelas di tiap sekolah. Dengan demikian kontrol memiliki peran yang sangat vital dari kepala sekolah ataupun pengawas satuan pendidikan. Kepala sekolah sudah selayaknya sangat memperhatikan kondisi kelas khusunya pada pembelajaran. Hal ini perlu disampaikan karena kebanyakan Kepala Sekolah sudahcukup merasa nyaman manakala sarana yang dibutuhkan siswa di kelas sudah terpenuhi dan merasa bangga padahal sejatinya bukan disitu tetapi pada pembelajaran.

Berikut beberapata hapan di awal tahun ajaran yang perlu di perhatikan oleh setiap guru dan kepala sekolah untuk diperhatikan :
  1. Pada setiap kelas baru dipastikan terdapat struktur organisasi yang merupakan hasil pemilihan secara demiokratis
  2. Pembagian tugas yang tersusun rapih dan terulis dan dipampangkan di kelas
  3. Memiliki Grup di sosial media untuk mempermudah komunikasi bisa di FB, WA, BBM dan sebagainya
  4. Terdapatnya  penanggung jawab akademik yang berfungsi sebagai mediator antara guru mapel dengan siswa.
  5. Terdapat matrik tentang seluruh proses pembelajaran baik tugas individu, kelompok, presentasi, ulangan harian,uts dan sebagainya yang dapat diakses oleh semua siswa ketika terjadi perubahan. 
  6. Seluruh file materi pembelajaran idealnya ada di tiap web/blog guru dan dikumpulkan dalam bentuk folder lengkap di setiap siswa dan di media sosial secara terstruktur
  7. Guru pada memasuki kelas memulai pembelajaran dengan membagikan silabus dan PJBA memposting di media sosial
  8. Guru membagi siswa menjadi kelompok secara heterogen yang boleh jadi di setiap mata pelajaran akan berbeda
  9. Pembagian kelompok dilakukan di awal tahun ajaran tidak ada pembagian di tengah semester.
  10. Setiap kelompok di setiap pertemuan memiliki kesempatan memperoleh perhatian dan mempresentasikan secara sama
  11. Adanya pembagian tugas mandiri secara proporsional antar mapel, sehingga siswa tidak memperoleh tugas mandiri yang menumpuk di suatu waktu dan senggang diwaktu lain
  12. Keuntungan dari pengelolaan yang benar secara tidak langsung mendidik siswa untuk mandiri, bekerja sistematik,terstruktur dan taat pada aturan organisasi.
  13. Guru Sebagai fasilitator akan jalan dalamperanya manakala secara sistemik sudah terbangun. Ketika sistem tidak terbangun kemudian guru mengeluh dengan kondisi siswa dan ujungnya menyalahkan bahwa siswa belum siap ini dan itu akhirnya pembelajaran kembali kepada semula direct instruction
Poskan Komentar